Selasa, 03 Pebruari 2009 12:24
Longsor dahsyat Senin sore itu menghantam lima kawasan di Tanjung Raya; seperti Pangka Tanjuang, Muko Jalan, Nagari Tanjung Sani, Sigiran, dan Sungai Batang. Akibatnya, tiga rumah warga hancur dan empat lainnya rusak berat. Sementara ruas jalan terputus di lima titik; Pangka Tanjuang, Muko Jalan, Nagari Tanjung Sani, Sigiran, dan Sungai Batang. Namun volume terbesar terjadi di Pangka Tanjuang, Muko Jalan, dan Sigiran.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kelima rumah yang tertimbun longsor hancur total. Sehingga tidak ada perabotan rumah tangga dan perangkat berharga lain yang bisa diselamatkan. Beruntung penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Catatan koran ini sebelumnya tercatat Juli 2007 dan Desember 2008, Kecamatan Tanjung Raya juga dihantam bencana banjir dan longsor. Rabu, 9 Juli 2007, musibah longsor melanda Jorong Pandan Nagari Sungai Batang. Lalu, Desember 2008 longsor melanda tiga lokasi yakni Durian Rampak, Sungai Batang dan Batu Nanggai, serta banjir di Tanjung Mutiara. Tak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.
Pendataan awal yang dilakukan Wali Nagari Tanjung Sani, Jefti St Sari Alam, tercatat 10 rumah warganya terkena hantaman longsor di 4 jorong, masing-masing di Jorong Pangka Tanjung, Muko Jalan, Batu Nanggai dan Galapuang. Nagari tersebut diinformasikan sebagai wilayah terparah terkena hantaman longsor
Musibah itu, menurut Kepala Badan Linmaskesbangpol Agam M Dt Maruhun, didampingi Kabid Kesbang Hilton, Kabid Linmas Jafritoni dan Camat Tanjung Raya Kurniawan Syahputra kepada Padang Ekspres di lokasi musibah, bencana longsor yang terjadi Senin kemarin tak jauh dari lokasi longsor sebelumnya.
M Dt Maruhun menyebut, pihaknya sudah melakukan penanganan awal terhadap para korban, dengan mengungsikan pemilik rumah ke tempat yang lebih aman. Pemerintah nagari dan kecamatan langsung melakukan upaya evakuasi bagi warga yang terkurung di ruas jalan yang terputus tersebut. “Kita berupaya melakukan penanggulangan di lapangan, terutama membantu evakuasi warga, termasuk mengupayakan bersama warga setempat membersihkan ruas jalan yang putus akibat longsor,” ulas M Dt Maruhun.
Longsoran tanah yang terjadi di empat titik itu, diduga dampak labilnya tekstur tanah, dipicu dampak hujan lebat yang terjadi Senin sore kemarin. Sehingga tumpahan material di perbukitan salingka Danau Maninjau yang labil langsung terban ke arah pemukiman penduduk.
Kepala Badan Linmaskesbangpol Agam berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam Hilton, untuk segera menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpahan lumpur, batu-batu besar dan kayu yang memenuhi ruas jalan di tiga titik kawasan salingka Danau Maninjau tersebut.
“Kami masih kesulitan mendapatkan data korban, pasalnya warga histeris dan panik karena rumah mereka hancur dihantam longsor,” ulas Hilton.
Beratnya medan menuju lokasi longsor di Sigiran membuat rombongan Kepala Badan Linmaskesbangpol dan Hilton tertahan di Pangka Tanjuang. Sementara Wabup Agam Ardinal Hasan melewati ruas jalan dari Maninjau menuju Sungai Batang, juga tertahan di Sungai Batang akibat tumpahan longsor di wilayah itu.
Hingga pukul 23.50 WIB tadi malam, wilayah pemukiman warga antara Sungai Batang ke Pangka Tanjung, Sigiran (dalam areal dua nagari) terisolasi akibat empat titik ruas jalan yang menghubungkan wilayah itu terputus akibat longsor.
Pemkab Agam sendiri, sebut M Dt Maruhun akan berupaya untuk membuka isolasi tersebut. Mereka menunggu alat berat DPUK Agam yang diinstruksikan langsung menuju lokasi musibah. “Kami berharap, malam ini juga ruas jalan yang putus bisa ditembus dan dibersihkan, sehingga warga tidak terisolasi,” tegasnya.
Di Pangka Tanjuang, Sigiran dua rumah yang hancur dihantam longsor masing –masing milik Basir Gani, 70, Zakiruddin, 63, dan Zaimanel Husni, 60. Sementara dua rumah lain masih sulit diidentifikasi karena ruas jalan menuju titik bencana terputus akibat longsor. “Kami masih berupaya menembus wilayah itu. Sayangnya medannya lumayan berat. Untuk berjalan kaki pun susah, tanah masih labil, medannya pun berat karena volume longsor cukup tinggi,” ulas Hilton.
Musibah tanah longsor tersebut, merupakan longsor terparah sepanjang musibah longsor yang terjadi di salingka Maninjau setahun terakhir. Pasalnya jumlah rumah yang terkena dampak longsor, termasuk titik longsor yang terjadi cukup banyak, sehingga menyulitkan aparat pemerintah melakukan penanganan di lapangan.
“Tapi kami masih melakukan pendataan, karena kemungkinan masih ada ruas lain yang terkena longsor,” sebut Jefri St Sari Alam.
Sementara menurut Asri Bujang dan Hilton, pihaknya masih tertahan di Pangka Tanjung, di lokasi terparah dengan 6 rumah dihantam longsor, pasalnya volume longsor yang tinggi menyulitkan aparat menyeberang ke wilayah lain.
“Kita masih berupaya meneboros jalan yang putus akibat longsor, namun dilaporkan cukup banyak titik longsor dan rumah warga yang tertimbun tanah, kami masih berupaya menembusnya,” ulas Hilton.
Informasi yang diperoleh Padang Ekspres, dua nagari di salingka Danau Maninjau dilaporkan terkena dampak cukup parah akibat longsor terutama Tanjung Sani dan Sungai Batang, namun informasi dari Sungai Batang masih sulit diperoleh karena akses jalan menuju wilayah itu terputus oleh longsor. (harmen)
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|




















