Selasa, 09 Pebruari 2010 08:26
“Think GLobally, Act Locally, Start from small things”

Ketua Muda Pembinaan, Widayatno Sastro Hardjono (tengah) ketika memberikan pengarahan sebelum membuka secara resmi Raker Ditjen Badilag 2010.
Bandung | badilag.net (8/2)
Ketua Muda Mahkamah Agung RI, Widayatno Sastro Hardjono, secara resmi membuka Rapat Kerja Ditjen Badilag tahun 2010 pada Senin malam (8/2) di Bandung. Raker yang direncanakan berlangsung sampai Kamis (11/2) ini diikuti oleh 64 peserta yang terdiri pejabat eselon I, II, III dan IV serta para staff .
“Think big, and start from small things!” katanya lagi. “Berfikirlah tentang sesuatu yang besar dan mulailah dengan melakukan hal kecil. Janganlah mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Lihat diri kita sendiri, sudah sejauh mana kita berubah, terobosan apa yang sudah kita lakukan. Visi Misi Mahkamah Agung tidak akan tercapai jika kita statis,” tambah Tuada Bin.
Lebih jauh widayatno menyebut 4 misi MA yang menjadi tanggung jawab semua jajaran untuk dapat diwujudkan. Keempat misi tersebut adalah menjaga independensi peradilan, memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan, meningkatkan kualitas kepemimpinan dan meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.
Apresiasi Tuada Bin
Dalam kesempatan yang sama Tuada Bin juga secara eksplisit memberikan apresiasinya terhadap pencapaian Badilag selama ini, utamanya dalam hal pelayanan publik dan transparansi peradilan. Tuada menyebut keberadaan website dan pemanfaatan IT di PA-PA adalah salah satu yang sangat menunjang transparansi dan public service.
“saudara harus bangga punya Dirjen seperti pak Wahyu yang memiliki banyak ide dan terobosan dalam membina Peradilan Agama,” kata Tuada Bin. “Yang diluar Badilag juga seharusnya iri dengan ide-ide pak dirjen Badilag ini,” tambahnya lagi.
Tuada berharap apa yang nanti dihasilkan dari Raker yang membahas Renstra (Rencana Strategis) ini dapat melahirkan program yang seiring dan sejalan dengan visi dan misi Mahkamah Agung.
“Intinya bagaimana kita merubah diri kita untuk menuju sesuai apa yang dituntut oleh visi dan misi tersebut.”

Para Peserta Raker Ditjen Badilag Tahun 2010 di Hotel Garden Permata, Bandung (8/2)
Change Management
Sementara itu dalam laporannya, Dirjen Badilag Wahyu Widiana menjelaskan bahwa Raker tersebut ditujukan untuk meningkatkan koordinasi demi pencapaian kinerja terbaik Ditjen Badilag.
“Raker ini mempunyai arti penting karena keberhasilan Ditjen Badilag dalam membina PA juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencapaian visi peradilan agama yang agung,” kata Dirjen.
Hal baru yang akan disajikan dalam Raker ini, kata Dirjen, adalah menghadirkan pembicara dari Rumah Perubahan pimpinan Reynald Khasali, Ph.D.
“Program change management dari rumah perubahan ini sangat bagus. Jadi, meskipun nanti hanya beberapa jam mereka memberikan materi manajeman perubahan, saya berharap bisa memberikan efek luar biasa bagi para peserta untuk melakukan perubahan,” kata Dirjen.
Tuada Bin sangat menyambut baik upaya Ditjen Badilag ini. “Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini amat sangat positif. Meski mungkin tidak penuh karena keterbatasan dana, tapi minimal badilag sudah punya niat ke arah (perubahan) sana,” imbuhnya.
Materi Perencanaan
Pada sore hari sebelum pembukaan secara resmi oleh Tuada Bin, para peserta disuguhi materi perncanaan yang disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Mahkamah Agung RI, Hariri YS, SH, MM.
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|




















